Jumat, 23 Januari 2026

SEJARAH TARI JANGKANG PELILIT

 TARI SAKRAL JANGKANG PELILIT


    Tari Jangkang Pelilit adalah tarian yang sakral dan terkenal tingkat manca negara.Tari Jangkang Pelilit berasal dari Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali. Latar sejarah Tari Jangkang Pelilit muncul sebagai bentuk perayaan kemenangan desa pelilit dalam konflik wilayah melawan desa watas dan desa tanglad. Kemenangan ini kemudian diabadikan dalam bentuk tarian sakral. Dalam cerita rakyat setempat,seorang tokoh sakti bernama I Jero Kulit menemukan sebuah tempat makanan babi (gong) yang mengeluarkan suara dahsyat saat dipukul.Ia kemudian memberitahu hal tersebut kepada Raja Klungkung  namun Sang Raja tidak mempercayainya. Peristiwa ini menjadi bagian dari narasi spiritual tarian tersebut.

    Tari Jangkang Pelilit biasanya ditampilkan saat puja wali di Kahyangan Tiga seperti di pura banjar,pura puseh, dan pura dalem. Tari jangkang pelilit memiliki ciri khas tersendiri. Gerakan penari seperti prajurit dengan posisi setengah jongkok, mencerminkan kesiapan tempur dan kekuatan batin. kostum penari mengenakan udeng (batik), baju putih lengan panjang, celana panjang berwarna putih, saput cepuk (berwarna merah), dan selendang. Mereka membawa senjata berupa bambu runcing atau tombak dan keris sebagai simbol prajurit Bali kuno. Musik atau Gamelan yang digunakan dalam Tari Jangkang yaitu Petuk, Deng-Deng,Kempoel,Ceng-Ceng, dan 2 Kendang Lanang Wadon. Ekspresi penari dalam menarikan Tari  Jangkang Pelilit tidak boleh tersenyum semuanya harus seram.

Gerakan Tari Jangkang Pelilit juga tidak boleh sembarangan. Salah satu gerakannya adalah seperti buyung mesugi (lalat mencuci tangan), goak maling banten(gagak mencuri banten), gelitik misik utawi ngemil ( menginang /menyirih ) dan lain sebagainya.
      
      Pada 8 November 2019,Tari Baris Jangkang Pelilit di tetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

  Berikut adalah gambar kegiatan mewawancarai salah satu narasumber yang mengetahui tentang sejarah Tari Jangkang Pelilit. 


    Narasumber ini bernama "I Wayan Jaya" tujuan kami mewawancarai bapak Wayan Jaya yaitu untuk mengetahui lebih dalam tentang sejarah Tari Sakral Jangkang Pelilit. Karena bapak Wayan Jaya merupakan salah satu mantan  penari  Jangkang Pelilit pada tahun 2025.

0 comments:

Posting Komentar

 
Mading Digital "KERTA GOSA" SMPN Satu Atap Pejukutan , Jangan Lupa Dibaca ya ©